MATA PELAJARAN : MATEMATIKA
BAB : KAIDAH PENCACAHAN
| Dimensi | Relevansi dengan Materi |
|---|---|
| Keimanan dan Ketakwaan | Menyadari kebesaran Tuhan YME melalui keteraturan dan keindahan matematika. |
| Kewargaan | Menghargai kerja sama dalam kelompok saat menyelesaikan permasalahan pencacahan. |
| Penalaran Kritis | Menggunakan logika untuk membedakan aturan penjumlahan, perkalian, permutasi, dan kombinasi. |
| Kreativitas | Membuat soal cerita baru terkait kaidah pencacahan. |
| Kolaborasi | Diskusi kelompok untuk menyusun strategi pemecahan masalah. |
| Mandiri | Mengerjakan latihan soal secara individu dengan percaya diri. |
| Kesehatan | Mengelola waktu belajar dengan baik untuk menghindari stres akademik. |
| Komunikasi | Menyajikan hasil diskusi secara jelas dan mudah dipahami teman lain. |
| Pertemuan | Elemen | Capaian Pembelajaran |
|---|---|---|
| Pertemuan 1 | Pemahaman Kaidah Pencacahan | Peserta didik mampu menjelaskan konsep aturan penjumlahan dan perkalian serta menerapkannya dalam menyelesaikan masalah sederhana. |
| Pertemuan | Topik/BAB | Tujuan Pembelajaran | Aktivitas Pembelajaran (Deep Learning) | Penilaian & Umpan Balik Guru |
|---|---|---|---|---|
| Pertemuan 1 | Kaidah Pencacahan: Aturan Penjumlahan & Perkalian | - Specific: Siswa memahami perbedaan aturan penjumlahan & perkalian. - Measurable: Siswa dapat menyelesaikan minimal 3 soal latihan dengan benar. - Achievable: Dengan bimbingan, siswa mampu menganalisis contoh kontekstual. - Relevant: Materi berkaitan dengan kehidupan sehari-hari (jadwal, password). - Time Bound: Dicapai dalam 1 × 45 menit. | 1. Collaboration: Diskusi kelompok tentang jumlah cara memilih menu makan (aturan penjumlahan & perkalian). 2. Critical Thinking: Bedakan kapan menggunakan penjumlahan dan kapan perkalian. 3. Creativity: Buat soal cerita sederhana terkait aturan pencacahan. 4. Communication: Presentasi hasil diskusi kelompok. | - Formatif: Lembar kerja diskusi dan latihan soal. - Umpan balik guru: • Menyebut bagian jawaban yang benar/salah (spesifik). • Menghubungkan dengan tujuan pembelajaran (penjumlahan vs perkalian). • Fokus pada usaha siswa meski jawabannya belum tepat. • Memberi ruang tanya jawab untuk refleksi & perbaikan. |
| Aspek | Pertemuan 1 |
|---|---|
| Praktik Pedagogik | |
| Model | Problem Based Learning (PBL) berbasis kontekstual Matematika |
| Strategi | Diskusi kelompok, presentasi, refleksi kritis, latihan soal kontekstual |
| Mindful Learning | Siswa diajak menyadari manfaat konsep fungsi kuadrat dalam kehidupan sehari-hari |
| Meaningful Learning | Mengaitkan materi dengan kasus nyata (misalnya perhitungan parabola pada desain bangunan atau olahraga) |
| Joyful Learning | Aktivitas permainan matematika (Math Games) untuk penguatan konsep |
| Kemitraan Pembelajaran | |
| Lingkungan Sekolah | Kolaborasi dengan guru Fisika untuk penerapan fungsi kuadrat pada lintasan benda |
| Lingkungan Luar Sekolah | Menghubungkan materi dengan konteks budaya lokal (misalnya bentuk gapura, atap rumah adat) |
| Lingkungan Belajar | |
| Ruang Fisik | Kelas dengan papan tulis interaktif dan media presentasi |
| Ruang Virtual | Google Classroom/WhatsApp Group untuk berbagi materi dan tugas |
| Budaya Belajar | Saling menghargai, gotong royong dalam diskusi, disiplin mengumpulkan tugas |
| Pemanfaatan Digital | GeoGebra, kalkulator digital, dan platform interaktif online (HTML) |
| Pertemuan | Kegiatan Pembelajaran | Deskripsi | Menit |
|---|---|---|---|
| 1 | Pendahuluan | - Guru membuka pelajaran dengan salam, doa, dan presensi. - Apersepsi: mengaitkan fungsi kuadrat dengan fenomena sehari-hari (misalnya lintasan bola). - Menyampaikan tujuan pembelajaran. - Mindful: menyadari manfaat fungsi kuadrat. - Meaningful: dikaitkan dengan konteks budaya lokal/ilmu lain. - Joyful: ice breaking singkat dengan kuis ringan. | 10 |
| Inti | - Understanding: siswa mengamati contoh grafik fungsi kuadrat menggunakan GeoGebra. - Applying: siswa mengerjakan soal kontekstual dalam kelompok (misal perhitungan parabola pada arsitektur gapura/atap rumah adat). - Reflecting: tiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi, guru dan siswa lain memberi tanggapan. | 70 | |
| Penutup | - Guru memberikan umpan balik terhadap hasil presentasi siswa. - Siswa bersama guru menyimpulkan materi. - Refleksi individu: apa manfaat mempelajari fungsi kuadrat. - Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam. | 10 |
| Pertemuan | Format Asesmen | Tujuan | Instrumen |
|---|---|---|---|
| 1 | Tes singkat (quiz) + diskusi | Mengetahui pemahaman awal siswa tentang fungsi kuadrat dan relevansi dalam kehidupan nyata | 5 soal pilihan ganda sederhana + pertanyaan reflektif “Pernahkah kalian melihat bentuk parabola di sekitar kalian?” |
| Pertemuan | Format Asesmen | Tujuan | Instrumen |
|---|---|---|---|
| 1 | Observasi + Produk kelompok | Mengukur keterlibatan, kolaborasi, serta kemampuan menghubungkan konsep dengan konteks | Lembar observasi sikap + produk peta konsep fungsi kuadrat berbasis kasus |
| Pertemuan | Format Sumatif | Tujuan | Instrumen Rubrik |
|---|---|---|---|
| 1 | Penilaian proyek (kelompok) | Menilai kemampuan analisis isu kontekstual, solusi, kreativitas, kolaborasi, dan penjiwaan nilai Pancasila | Rubrik: (1) Analisis konteks (25%), (2) Ketepatan konsep matematika (25%), (3) Kreativitas solusi (20%), (4) Kolaborasi (15%), (5) Nilai Pancasila (15%) |
| Pertemuan | Tindak Lanjut Remedial | Tindak Lanjut Pengayaan |
|---|---|---|
| 1 | - Siswa yang kesulitan diberikan penjelasan ulang dengan contoh lebih sederhana. - Latihan soal dasar fungsi kuadrat (menentukan puncak, sumbu simetri, dan bentuk grafik sederhana). - Pendampingan dalam kelompok kecil untuk memastikan pemahaman konsep. | - Siswa yang sudah tuntas diberi tantangan soal kontekstual lebih kompleks (misalnya parabola dalam desain jembatan, antena parabola). - Proyek mini: membuat infografis “Fungsi Kuadrat dalam Kehidupan Nyata” dengan pemanfaatan aplikasi digital (Canva/GeoGebra). |