📘 MODUL AJAR DEEP LEARNING

MATA PELAJARAN : MATEMATIKA

BAB : KAIDAH PENCACAHAN

A. IDENTITAS MODUL

  • Nama Sekolah : SMAN 1 Cluring
  • Nama Penyusun : Ali Muthohar,S.Pd
  • Mata Pelajaran : Matematika
  • Kelas/Fase/Semester : XI1/F/Ganjil
  • Pertemuan Ke : 1
  • Alokasi Waktu : … JP (4 × 45 menit)
  • Tahun Pelajaran : 2025/2026

B. INFORMASI UMUM

  1. Identifikasi Kesiapan Peserta Didik
    Peserta didik sudah memiliki pengalaman dasar dalam menghitung operasi aljabar dan logika dasar matematika. Namun, pemahaman tentang aturan penjumlahan, perkalian, permutasi, dan kombinasi masih beragam.
    • Minat: Siswa tertarik jika materi dikaitkan dengan kehidupan nyata (jadwal, password, tim olahraga, dll).
    • Kebutuhan belajar: Latihan soal kontekstual dan aktivitas kelompok.
    • Kesiapan: Perlu pendampingan dalam menghubungkan teori dengan aplikasi nyata.
  2. Karakteristik Materi
    Kaidah Pencacahan adalah materi dasar yang penting dalam topik peluang. Konsep ini relevan dengan kehidupan sehari-hari karena digunakan untuk menghitung banyak cara dalam pemilihan, penyusunan, atau pengaturan. Signifikansinya:
    • Membekali siswa dengan keterampilan logis dan sistematis.
    • Menjadi dasar untuk memahami materi peluang, statistik, dan kombinatorika tingkat lanjut.
    • Membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif melalui pendekatan deep learning.
  3. Dimensi Profil Lulusan Pembelajaran
    Dimensi Relevansi dengan Materi
    Keimanan dan Ketakwaan Menyadari kebesaran Tuhan YME melalui keteraturan dan keindahan matematika.
    Kewargaan Menghargai kerja sama dalam kelompok saat menyelesaikan permasalahan pencacahan.
    Penalaran Kritis Menggunakan logika untuk membedakan aturan penjumlahan, perkalian, permutasi, dan kombinasi.
    Kreativitas Membuat soal cerita baru terkait kaidah pencacahan.
    Kolaborasi Diskusi kelompok untuk menyusun strategi pemecahan masalah.
    Mandiri Mengerjakan latihan soal secara individu dengan percaya diri.
    Kesehatan Mengelola waktu belajar dengan baik untuk menghindari stres akademik.
    Komunikasi Menyajikan hasil diskusi secara jelas dan mudah dipahami teman lain.

C. DESAIN PEMBELAJARAN

  1. Capaian Pembelajaran (CP)
    Pertemuan Elemen Capaian Pembelajaran
    Pertemuan 1 Pemahaman Kaidah Pencacahan Peserta didik mampu menjelaskan konsep aturan penjumlahan dan perkalian serta menerapkannya dalam menyelesaikan masalah sederhana.
  2. Lintas Disiplin Ilmu
    • Informatika → penerapan kaidah pencacahan dalam pembuatan password atau sistem keamanan digital.
    • Ekonomi → penggunaan kombinasi/permutasi dalam perhitungan peluang pasar atau strategi tim.
    • Statistika → dasar dalam menentukan peluang suatu peristiwa.
  3. Tujuan Pembelajaran
    Rumuskan secara SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time Bound).
    Pertemuan Topik/BAB Tujuan Pembelajaran Aktivitas Pembelajaran (Deep Learning) Penilaian & Umpan Balik Guru
    Pertemuan 1 Kaidah Pencacahan: Aturan Penjumlahan & Perkalian - Specific: Siswa memahami perbedaan aturan penjumlahan & perkalian. - Measurable: Siswa dapat menyelesaikan minimal 3 soal latihan dengan benar. - Achievable: Dengan bimbingan, siswa mampu menganalisis contoh kontekstual. - Relevant: Materi berkaitan dengan kehidupan sehari-hari (jadwal, password). - Time Bound: Dicapai dalam 1 × 45 menit. 1. Collaboration: Diskusi kelompok tentang jumlah cara memilih menu makan (aturan penjumlahan & perkalian). 2. Critical Thinking: Bedakan kapan menggunakan penjumlahan dan kapan perkalian. 3. Creativity: Buat soal cerita sederhana terkait aturan pencacahan. 4. Communication: Presentasi hasil diskusi kelompok. - Formatif: Lembar kerja diskusi dan latihan soal. - Umpan balik guru: • Menyebut bagian jawaban yang benar/salah (spesifik). • Menghubungkan dengan tujuan pembelajaran (penjumlahan vs perkalian). • Fokus pada usaha siswa meski jawabannya belum tepat. • Memberi ruang tanya jawab untuk refleksi & perbaikan.
  4. Topik Pembelajaran Kontekstual
    • Penyusunan jadwal kegiatan sekolah (contoh: memilih ekskul dan jadwal piket).
    • Pemilihan menu makanan/minuman (aturan penjumlahan).
    • Pembuatan password sederhana (aturan perkalian).
    • Permainan sehari-hari seperti mengatur tempat duduk atau tim olahraga.
  5. Kerangka Pembelajaran
    Aspek Pertemuan 1
    Praktik Pedagogik
    Model Problem Based Learning (PBL) berbasis kontekstual Matematika
    Strategi Diskusi kelompok, presentasi, refleksi kritis, latihan soal kontekstual
    Mindful Learning Siswa diajak menyadari manfaat konsep fungsi kuadrat dalam kehidupan sehari-hari
    Meaningful Learning Mengaitkan materi dengan kasus nyata (misalnya perhitungan parabola pada desain bangunan atau olahraga)
    Joyful Learning Aktivitas permainan matematika (Math Games) untuk penguatan konsep
    Kemitraan Pembelajaran
    Lingkungan Sekolah Kolaborasi dengan guru Fisika untuk penerapan fungsi kuadrat pada lintasan benda
    Lingkungan Luar Sekolah Menghubungkan materi dengan konteks budaya lokal (misalnya bentuk gapura, atap rumah adat)
    Lingkungan Belajar
    Ruang Fisik Kelas dengan papan tulis interaktif dan media presentasi
    Ruang Virtual Google Classroom/WhatsApp Group untuk berbagi materi dan tugas
    Budaya Belajar Saling menghargai, gotong royong dalam diskusi, disiplin mengumpulkan tugas
    Pemanfaatan Digital GeoGebra, kalkulator digital, dan platform interaktif online (HTML)

D. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Pertemuan Kegiatan Pembelajaran Deskripsi Menit
1 Pendahuluan - Guru membuka pelajaran dengan salam, doa, dan presensi. - Apersepsi: mengaitkan fungsi kuadrat dengan fenomena sehari-hari (misalnya lintasan bola). - Menyampaikan tujuan pembelajaran. - Mindful: menyadari manfaat fungsi kuadrat. - Meaningful: dikaitkan dengan konteks budaya lokal/ilmu lain. - Joyful: ice breaking singkat dengan kuis ringan. 10
Inti - Understanding: siswa mengamati contoh grafik fungsi kuadrat menggunakan GeoGebra. - Applying: siswa mengerjakan soal kontekstual dalam kelompok (misal perhitungan parabola pada arsitektur gapura/atap rumah adat). - Reflecting: tiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi, guru dan siswa lain memberi tanggapan. 70
Penutup - Guru memberikan umpan balik terhadap hasil presentasi siswa. - Siswa bersama guru menyimpulkan materi. - Refleksi individu: apa manfaat mempelajari fungsi kuadrat. - Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam. 10

E. ASESMEN PEMBELAJARAN

  1. Asesmen Awal (Diagnostik):
    Pertemuan Format Asesmen Tujuan Instrumen
    1 Tes singkat (quiz) + diskusi Mengetahui pemahaman awal siswa tentang fungsi kuadrat dan relevansi dalam kehidupan nyata 5 soal pilihan ganda sederhana + pertanyaan reflektif “Pernahkah kalian melihat bentuk parabola di sekitar kalian?”
  2. Asesmen Proses (Formatif):
    Pertemuan Format Asesmen Tujuan Instrumen
    1 Observasi + Produk kelompok Mengukur keterlibatan, kolaborasi, serta kemampuan menghubungkan konsep dengan konteks Lembar observasi sikap + produk peta konsep fungsi kuadrat berbasis kasus
  3. Asesmen Akhir (Sumatif):
    Pertemuan Format Sumatif Tujuan Instrumen Rubrik
    1 Penilaian proyek (kelompok) Menilai kemampuan analisis isu kontekstual, solusi, kreativitas, kolaborasi, dan penjiwaan nilai Pancasila Rubrik: (1) Analisis konteks (25%), (2) Ketepatan konsep matematika (25%), (3) Kreativitas solusi (20%), (4) Kolaborasi (15%), (5) Nilai Pancasila (15%)

F. RENCANA TINDAK LANJUT PENGAYAAN & REMEDIAL

Pertemuan Tindak Lanjut Remedial Tindak Lanjut Pengayaan
1 - Siswa yang kesulitan diberikan penjelasan ulang dengan contoh lebih sederhana. - Latihan soal dasar fungsi kuadrat (menentukan puncak, sumbu simetri, dan bentuk grafik sederhana). - Pendampingan dalam kelompok kecil untuk memastikan pemahaman konsep. - Siswa yang sudah tuntas diberi tantangan soal kontekstual lebih kompleks (misalnya parabola dalam desain jembatan, antena parabola). - Proyek mini: membuat infografis “Fungsi Kuadrat dalam Kehidupan Nyata” dengan pemanfaatan aplikasi digital (Canva/GeoGebra).